bb vs bbm

minggu lalu ratusan (atau bahkan ribuan?) orang rela mengantri dan berdesak-desakan demi mendapatkan telepon pintar seharga jutaan rupiah, tetapi mungkin ribuan orang itu pula yang akan berdemo besar-besaran jika pemerintah menghilangkan subsidi bbm.

konsumsi bbm bersubsidi Indonesia tahun 2011 diperkirakan akan mencapai 41 juta kL. dengan asumsi jumlah penduduk sebanyak 241 juta jiwa, rata-rata konsumsi bbm bersubsidi per orang per tahun sebanyak 170 liter.

hitung punya hitung, harga satu unit telepon pintar yang saya sebut tadi bisa membiayai subsidi bbm bagi 6 orang selama 1 tahun penuh!

jadi, jika masyarakat perkotaan mampu untuk membeli satu atau bahkan 2 unit telepon pintar, maka mereka tidak mungkin tidak mampu untuk membeli bbm dengan harga normal. dan anggaran yang selama ini digunakan untuk membiayai subsidi bbm bisa digunakan untuk membiayai pembangunan pembangkit tenaga listrik, rumah sakit ataupun sekolah di pelosok Indonesia. worth much more than just a cell phone, right?

so, government, what are you waiting for?

Advertisements

2 thoughts on “bb vs bbm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s