lunassss

ketika memutuskan untuk membeli apartemen pertama, kami sempat was-was karena setelah survey ke sana kemari harga pasaran apartemen di daerah sekitar kuningan ada di angka 1 M ke atas. tidak mungkin terbeli dengan fasilitas pinjaman dari kantor, apalagi dibeli dengan modal tabungan saja. alhamdulillah ada teman yang mengabari bahwa dia berniat untuk menjual unit di rusunami kalibata yang tidak jadi dia tinggali karena dia akan segera pindah ke luar negeri. harga yang ditawarkan cukup masuk akal, jauh di bawah 1 M.

di saat yang bersamaan kami harus membayar uang pangkal untuk S2 dan SPP semester I suami. semua bisa dilunasi dengan modal tabungan dan gaji, tetapi dengan cicilan pembayaran rusunami sebanyak 7 kali. namun, teman saya ini akan segera berangkat ke luar negeri dan dia ingin pembayaran rusunami selesai sebelum dia berangkat dan akhirnya kami sepakat untuk melunasi dengan 4 kali cicilan. hitung punya hitung, dana yang kami punya tidak akan cukup untuk 2 kebutuhan ini sehingga muncullah opsi untuk mengajukan pinjaman ke kantor. sempet deg-degan karena seumur-umur saya paling takut dengan yang namanya utang. khawatir tidak bisa membayar. tapi dengan mempertimbangkan harga rusunami yang terjangkau dan bunga 0% terhadap pinjaman, kami memutuskan bahwa inilah jalan terbaik. deal! pinjaman diajukan ke kantor sehingga rusunami dan biaya kuliah suami dapat terbayar tepat waktu.

pinjaman itu rencananya akan dibayar dengan potong gaji selama 2 tahun sehingga tidak terlalu memberatkan. namun, tetap saja di dalam hati ini ada perasaan tidak tenang dan ingin segera menghilangkan utang yang ada. saya pun berjanji bahwa jika nanti uang tabungan sudah mencukupi, saya akan segera lunasi utang tersebut. dan alhamdulillah, per hari ini utang nya sudah lunasssssss. hurayyy!! legaaaaaa rasanya ketika mengklik tombol transfer ke rekening kantor. alhamdulillah, terima kasih ya Allah 🙂

 

oiya, saya sedang seru-serunya membaca dan mempelajari bukunya Ligwina Hananto, “Untuk Indonesia Yang Kuat: 100 Langkah Untuk Tidak Miskin”. bukunya sangat edukatif dan mudah untuk dimengerti. cukup membuat gelisah karena saya jadi sadar bahwa selama ini saya dan suami belum memiliki rencana keuangan yang visinya sampai dengan 30 tahun ke depan, sampai dengan usia pensiun nanti. dan sangat membuat gelisah ketika menghitung bahwa dana pensiun yang harus kami siapkan bisa mencapai angka miliaran rupiah 😦

menakutkan memang, tetapi akan lebih menakutkan jika kita tidak pernah berencana atau bahkan berpikir sampai ke sana. seperti orang bilang, gagal merencanakan, berarti merencanakan kegagalan. tidak mau kan sampai gagal untuk mencapai tujuan-tujuan hidup penting seperti menyekolahkan anak atau naik haji? jadi, seperti yang Ligwina bilang dalam bukunya, mari kita kuatkan Indonesia dengan menguatkan kondisi finansial diri kita. semangatttt!! 🙂

ps: dan saya sudah siap untuk mengajukan pinjaman untuk keperluan yang lebih besar (loh?). setelah saya pelajari, utang atau pinjaman bukanlah sesuatu yang terlarang. boleh diajukan asalkan direncanakan dan dikelola dengan baik serta digunakan untuk menambah aset, bukan sekedar barang konsumsi. bismillah 🙂

pesan khusus untuk suami: maaf kalau nanti saya akan super bawel nanya-nanya ini itu. lagi ngumpulin data ceritanya Yang :p 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s