dan saya baru tahu bahwa HR Rasuna Said,,,

adalah seorang perempuan!

Sudah ratusan kali saya melewati jalan HR Rasuna Said dan selama itu pula saya menyangka bahwa beliau adalah seorang lelaki. Saya tahu bahwa beliau adalah salah seorang pahlawan nasional, tetapi seingat saya di bangku sekolah kita tidak pernah diperkenalkan dengan nama ataupun cerita perjuangan beliau. Dan ketika suatu pagi saya mendengarkan segmen tanya-tanya Jak fm (yap, momen pencerahan itu datang dari duo Roti, hehe), saya baru tahu kalau Rasuna Said adalah seorang perempuan.

Berangkat dari ketidaktahuan itu, saya pun mencoba mencari tahu sejarah kehidupan beliau dan ada beberapa fakta yang wajib diketahui, yaitu:

1. HR merupakan singkatan dari Hajjah Rangkayo

2. Lahir di Maninjau, Agam, Sumatera Barat pada tanggal 15 September 1910

3. Pernah menjabat sekretaris cabang Sarekat Rakyat

4. Salah satu pendiri organisasi Nippon Raya di Padang

5. Menjadi anggota DPR RIS

6. Menjadi anggota DPA

7. Meninggal dunia di Jakarta pada tanggal 2 November 1965

Beliau merupakan seorang Orator yang seringkali mengkritik Belanda sehingga pada tahun 1932 beliau ditangkap dan dipenjarakan di Semarang. Dalam salah satu tautan disebutkan pula bahwa beliau merupakan menteri pertama perempuan di Indonesia, tetapi tidak ada sumber lain yang mengonfirmasi informasi hal ini. Mungkin teman-teman ada yang tahu?

Sumber: http://sejarahbangsaindonesia.wordpress.com/2011/03/30/hr-rasuna-said-1910-1965/

Advertisements

2 thoughts on “dan saya baru tahu bahwa HR Rasuna Said,,,

  1. Ass.wr.wb. Eka, berikit cv lengkap HR Rasuna Said: singa mimbar yang terkenal tajam penanya ini lahir di Maninjau, Sumatera Barat pada Rabu, 10 Ramadhan 1328 H/14 September 1910 M. Mula-mula ia sekolah di sebuah sekolah desa di tempat kelahirannya. Kemudian ia meneruskan sekolah di Diniyah School di Padang Panjang. Di samping itu, ia juga memasuki Sekolah Kerumahtanggaan untuk anak-anak perempuan dan Sekolah Thawalib.
    Selepas dari dunia pendidikan, Rasuna Said mendirikan Sekolah Thawalib yang memberi pelajaran keagamaan, di samping Sekolah Kursus Putri yang memberikan pelajaran ketrampilan. Selain itu, ia juga memasuki dunia pergerakan. Ia mula-mula memasuki Sarekat Rakyat dan kemudian memasuki Persatuan Muslimin Indonesia (PERMI). Dalam organisasi ini ia seorang anggota yang sangat aktif. Berkat berbagai terobosan yang dilakukannya di bidang pendidikan dan keputrian, PERMI kemudian berkembang cepat tidak saja di pelosok Sumatera Barat, tapi juga di Bengkulu, Tapanuli, Lampung, dan Palembang. Sebagai orator, pidato-pidatonya disimak banyak orang, sehingga membuat jengkel pemerintahan penjajahan Belanda kala itu. Akibatnya, pada saat ia berpidato di Payakumbuh, pada 1351 H/1932 M, ia diperingatkan dan bahkan dilarang meneruskan pidatonya sebelum akhirnya ditangkap dan diasingkan ke Semarang.
    Selepas satu sampai dua tahun dipenjara di Semarang, Rasuna Said kembali ke Sumatera Barat. Kemauannya masih tetap keras untuk meneruskan perjuangannya, terutama melalui PERMI. Ia kemudian dipilih sebagai pemimpin redaksi majalah Raya. Selepas PERMI tidak berkutik karena mendapat tekanan pemerintahan penjajahan Belanda, ia meneruskan perjuangannya di Medan. Tetapi, pada awal pendudukan Jepang, ia kembali ke Padang dan terlibat aktif dalam perjuangan melawan penjajahan Jepang. Ia memimpin Lasykar Rakyat bagian putri.
    Selepas proklamasi kemerdekaan, bersama sejumlah tokoh, perempuan yang menghadap Yang Maha Pencipta di Jakarta pada Selasa, 8 Rajab 1385 H/2 November 1965 M ini memrakarsai pendirian Komite Nasional Indonesia (KNI) Sumatera Barat untuk memantapkan dan memertahakan kemerdekaan Indonesia. Sejak itu karir politiknya menanjak, mulai menjadi anggota KNI Pusat, Front Pertahanan Nasional (FPN) yang diketuai Hamka, Dewan Perwakilan Rakyat Sementara, sampai Dewan Pertimbangan Agung.

    • Waalaikumsalam,, terima kasih banyak Om atas informasinya, menambah wawasan saya 🙂

      Sepak terjang Rasuna Said sangat hebat, tetapi sejarah beliau jarang sekali diceritakan ulang oleh guru-guru kami di sekolah dulu. Semoga nantinya profil beliau dapat dimasukkan ke dalam kurikulum pelajaran sejarah bangsa di sekolah 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s