SD 22 RT 17, Gunung Traktor, Kampung Baru, Balikpapan, Indonesia

Fresh from the oven!!

Di hari Minggu yang cerah ini saya memutuskan untuk bangun pagi. Jika biasanya setelah sholat Subuh saya langsung meringkuk kembali di kasur, pagi ini saya langsung sarapan dan bersiap-siap menuju kantor. Dari kantor perjalanan dilanjutkan ke sebuah sekolah dasar yang lokasinya tidak terlalu jauh. Jika ditempuh dengan mobil kira-kira hanya menghabiskan waktu 15 menit, plus 10 menit jalan kaki.

Pagi ini lembaga dakwah kantor saya bekerja sama dengan sebuah lembaga lain (kita sebut saja Lembaga P) untuk mengadakan pengobatan massal di daerah Gunung Traktor, Kampung Baru. Pengetahuan saya mengenai Kampung Baru cukup terbatas. Yang saya tahu Kampung Baru merupakan daerah yang dihuni oleh para nelayan. Taraf hidup masyarakat di daerah tersebut memang masih di bawah rata-rata sehingga kami memutuskan untuk membantu masyarakat dengan program pengobatan massal ini. Aktor utama dari program ini ialah para dokter yang dinaungi oleh lembaga P, sedangkan kami hanya membantu dari segi pendanaan. Salut untuk para dokter dan para kru  yang sudah dengan sabar melayani masyarakat.

Nah, berhubung acara ini dilaksanakan di sebuah sekolah dasar, jadilah kami sekalian melakukan survey kecil-kecilan untuk menilai kondisi sekolah ini. SD 22, RT 17, Gunung Traktor ini memiliki sekitar 221 siswa dari kelas 1 sampai dengan kelas 6. Sebagian besar orang tua siswa bekerja sebagai buruh dengan penghasilan yang pas-pasan, tetapi untungnya sekolah ini gratis sehingga dana tidak menjadi penghalang. Kondisi bangunan sekolah pun cukup baik dan terawat. Hal ini terwujud berkat inisiatif para guru yang rela berswadaya untuk menjaga dan memperbaiki kondisi sekolah secara bertahap. Menurut Pak Jamal, salah seorang guru di sana, mereka baru saja memperbaiki atap gedung dan saat ini sedang mengupayakan dana untuk dapat memperbaiki ubin di kelas-kelas yang sudah rusak dan berdebu.

Dari hasil kunjungan hari ini, terdapat beberapa hal yang masih mereka perlukan, yaitu:

Air Bersih

Sampai sekarang mereka belum memiliki akses untuk mendapatkan air bersih. Sumber air yang mereka andalkan hanya air hujan yang mereka tampung dalam sebuah tandon. Jika hujan tak kunjung datang, mereka harus membeli air dari penduduk sekitar yang berlangganan PDAM atau yang memiliki sumur bor sendiri.

Buku

Untuk buku penunjang pelajaran sudah tidak ada masalah karena buku-buku tersebut sudah disediakan oleh pemerintah. Yang masih mereka perlukan ialah buku tulis, buku bacaan (cerita, ensiklopedia, majalah, dll) serta Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dari obrolan dengan Pak Jamal, mereka sudah memiliki 6 buah kamus Bahasa Inggris, tetapi baru memiliki 2 buah Kamus Bahasa Indonesia sehingga mereka memerlukan tambahan sekitar 4 buah KBBI.

Komputer

Saat ini sekolah hanya memiliki 2 buah komputer, itu pun dengan kinerja yang kurang baik atau meminjam istilah dari Pak Jamal “Loadingnya lama Mbak, lemot!!“. Sepertinya komputer-komputer tersebut harus diperbaiki supaya kinerjanya bisa lebih efisien.

Selain itu sebenarnya mereka bercita-cita untuk memiliki laboratorium komputer. Namun, sampai saat ini mereka belum menemukan cara atau pun dana untuk mewujudkannya. Mereka berharap akan ada perusahaan yang menyumbangkan komputer-komputer bekas supaya dapat mereka gunakan.

Apa yang bisa kita lakukan?

Kunjungan di hari Minggu yang cerah ini akan tidak bermanfaat, baik bagi saya maupun bagi SD 22, jika tidak ada tindak lanjut yang dilakukan. Oleh karena itu, saya ingin mengajak teman-teman untuk sedikit beramal dalam membantu meningkatkan kualitas SD 22 ini antara lain dengan memberikan bantuan berupa 4 buah Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi IV. Harga satu buah kamus kalau tidak salah sekitar Rp 350.000 jadi kita memerlukan dana sejumlah Rp 1.400.000. Nah, bagi teman-teman yang berminat untuk menyumbang, silakan kirim email ke saya di alamat ekaiswahyuni@gmail.com. Saya tunggu sampai dengan tanggal 11 Februari 2011 yaa. Setelah uangnya terkumpul, saya yang akan membelikan kamusnya. Lalu jika uangnya berlebih, akan saya belikan buku tulis atau buku cerita anak-anak.

Ide-ide ajaib lainnya

Dari hasil obrolan hari ini dengan beberapa teman, bermunculanlah ide-ide program yang bisa kita lakukan untuk membantu sekolah-sekolah seperti SD 22 RT 17 ini;

Membangun fasilitas penyedia air bersih

Salah satu masalah yang kerap ditemui di Indonesia ini ialah kurangnya akses masyarakat akan air bersih. Padahal air bersih merupakan faktor utama yang dapat menjamin kualitas kesehatan masyarakat kita. Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan fasilitas ini memang tidak sedikit sehingga yang bisa benar-benar mewujudkan ialah lembaga-lembaga seperti perusahaan atau pun lembaga lainnya.

Menyumbangkan komputer-komputer bekas

Hal ini bisa dilakukan oleh perusahaan atau pun kita sebagai individu. Bagi kita-kita yang sudah menggunakan laptop,  ada baiknya mengevaluasi tingkat penggunaan komputer di rumah yang mungkin sudah jarang digunakan. Daripada rusak dan berdebu, akan lebih baik dan berguna jika komputer tersebut disumbangkan saja bukan?  😉

Mengumpulkan buku bacaan anak-anak

Caranya sederhana saja. Cukup dengan mengirimkan email ke rekan-rekan kerja kita, tanyakan apakah ada di antara mereka yang memiliki buku bacaan anak-anak yang sudah tidak terpakai lagi. Lalu minta mereka untuk menyerahkan buku-buku tersebut di drop box di ruangan kita. Setelah bukunya terkumpul, bisa langsung kita sumbangkan ke sekolah-sekolah atau panti asuhan yang membutuhkan. So so so so easy !!

Mengumpulkan kacamata bekas

Salah satu ide yang menarik ialah pengumpulan kacamata bekas. Perusahaan biasanya memberikan tunjangan kesehatan berupa penggantian kacamata (baik lensa dan bingkainya) setiap satu atau dua tahun sekali. Otomatis setiap satu atau dua tahun akan ada satu set kacamata yang tidak digunakan dan biasanya tersimpan di pojok lemari. Sekali lagi, daripada kacamata tersebut teronggok sia-sia, akan lebih baik jika kacamata tersebut disumbangkan kepada para siswa yang membutuhkan. Prosedur pengumpulannya bisa dilakukan serupa dengan pengumpulan buku bacaan di atas. Lalu mengenai masalah penggantian lensa kacamatanya, kita bisa dengan mudah bekerja sama dengan optik-optik yang ada di kota kita. Soal dana, bisa kita usahakan melalui patungan dengan teman-teman.

Yak, sekian dulu uraian panjang di hari Minggu ini. Semoga bisa menginspirasi saya, dan Anda, untuk terus berbuat sesuatu bagi bangsa ini.

Catatan: foto-foto menyusul yaaa,, dudu ^^

Advertisements

4 thoughts on “SD 22 RT 17, Gunung Traktor, Kampung Baru, Balikpapan, Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s