spread the book project: gili,,

Perjalanan saya kali ini membawa spread the book project ke pulau Gili Trawangan, Lombok. Setelah menghabiskan 3 hari di pulau ini, kami menyempatkan untuk mampir ke SDN 2 Gili Indah. Bangunan sekolah ini cukup baik dengan beberapa ruang kelas dan lapangan yang cukup luas untuk bermain. Di sana-sini terlihat beberapa pohon rindang yang dapat sedikit meredam terik mentari yang sangat menyengat.

- the school yard -

Setelah celingak-celinguk beberapa saat, akhirnya saya memutuskan untuk masuk ke dalam ruang guru dan bertemu dengan Sang Bapak Kepala Sekolah (SBKS) ini. Awalnya SBKS menyambut kedatangan saya dengan tidak begitu ramah dan saya sempat agak kikuk dibuatnya. Namun, saya berusaha menjelaskan maksud kedatangan saya bahwa saya ingin menitipkan sebuah majalah untuk dapat dibaca oleh anak-anak di sini dan jika diperlukan saya dapat mengirimkan tambahan majalah atau buku bacaan nantinya, dan semua ini gratis sifatnya. Setelah mendengar penjelasan ini, barulah SBKS tersenyum. Dan ternyata eh ternyata Sodara-Sodara, awalnya beliau menduga saya adalah agen penjualan majalah National Geographic yang bermaksud untuk menjual majalah di sekolah ini (*gubraks). Makanya beliau agak bersikap dingin di awal, hoho,,

Perbincangan pun berlanjut ke fakta bahwa sekolah ini tidak hanya digunakan untuk mengajar anak-anak SD, tetapi juga siswa SMP dan SMA. Jumlah siswa SMP dan SMA yang belajar di sini tidak terlalu banyak memang, tapi keberadaan sekolah ini cukup membantu karena berarti sebelumnya para siswa usia SMP & SMA yang ingin belajar harus menempuh 45 menit perjalanan ke Lombok dengan perahu setiap harinya. Dan terbayang kan berapa banyak anak yang mungkin tidak jadi sekolah karena merasa sayang untuk mengeluarkan ongkos dua puluh ribu rupiah per hari?

Lanjut lagi, menurut SBKS, minat baca para siswa di sini cukup baik, makanya beliau memutuskan untuk membuat sebuah ruang perpustakaan di salah satu sudut sekolah. Perpustakaan ini masih dalam persiapan sehingga belum bisa digunakan dan memang belum ada isinya. Dan menurut beliau lagi, Pak Mentri sempat menjanjikan akan mendonasikan 20 unit komputer untuk mereka. Hoho, senangnyaaaaaa,,,

- soon-to-be library -

Setelah puas berbincang dengan SBKS, saya mencoba untuk mengajak beberapa anak untuk mengobrol. Tapi ternyata hal ini tidaklah mudah. Mereka pemalu sekaliiiiii. Bahkan untuk difoto pun mereka awalnya tidak mau. Sungguh berbeda dengan anak-anak di Jakarta atau Bandung yang doyan sekali difoto, hoho,, Dan akhirnya saya hanya berhasil mendapatkan dua senyum manis ini 🙂

- the students -

Dan berbeda pula dengan anak-anak di Jakarta atau Bandung yang hanya bisa melihat pemandangan berupa jalanan macet dan mall sepulang mereka sekolah, anak-anak di sini bisa melihat birunya laut dan indahnya sunset setiap harinya. Aren’t they lucky? 🙂

...

...

Mari kita doakan semoga ruang perpustakaan mereka cepat selesai dan cepat diisi supaya mereka dapat melihat lebih banyak lagi hal indah lainnya melalui buku, sang jendela dunia 🙂

Advertisements

8 thoughts on “spread the book project: gili,,

    • edy boy,, besok pagi (minggu) kita mau berkunjung ke perkampungan nelayan,, nanti sore kukabarin jadi atau tidaknya yaaa,,,

      ijin nge-link blog nya edy juga yaaa,,

  1. huehehhe disangka agen penjual majalah,,hadoooh, piye tho SBKS nya 😀
    sifat pemalu siswa SD itu, sungguh mengingatkan akan masa kecilku 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s