the answer,,

Wushhh,,

Hembusan angin semakin kencang menerpa diriku, membuatku yang sudah basah kuyup akibat kehujanan semakin menggigil kedinginan.

Kurapatkan mantelku, kupercepat langkahku. Aku tidak boleh terlambat. Paling tidak untuk hari ini. Untuk saat ini. Karena aku harus mendapat jawabannya. Segera.

Kubuka pintu kafe itu. Kusapu seluruh meja dengan pandanganku. Tidak ada. Dia belum datang.

Seorang pelayan menghampiriku, menanyakan meja mana yang akan kupilih.
“Satu meja untuk dua orang saja, di tempat yang tidak terlalu ramai ya Mbak,” jawabku.

Aku pun duduk. Sengaja kupilih kursi yang menghadap ke jendela karena ku tahu, aku tak akan bisa menatap matanya nanti. Bukan, bukan tidak bisa, tapi tidak mau.

–oOo–

Jam di dinding menunjukkan pukul 16.05. Dia terlambat. “Ah, mungkin dia terkena macet di jalan”, pikirku.

16.30. Dia masih belum datang. Aku pun memutuskan untuk memesan gelas kedua. Air putih, satu gelas lagi, untuk meredam gugupku.

16.45. Kafe itu menjadi semakin ramai dan aku pun menjadi semakin gelisah.

17.00. Lonceng yang menempel di pintu kafe berdentang untuk kesekian kalinya. Dan untuk kesekian kalinya pula kepalaku menoleh; mencoba melihat siapa yang datang.

Dan kulihat dia berdiri di sana. Rambut ikalnya sudah tumbuh semakin panjang, membuatnya terlihat semakin cantik. Dia mengenakan mantel berwarna hijau tosca, warna favoritnya, senada dengan bando yang ia kenakan.

Kulambaikan tanganku ke arahnya, dia pun membalas lambaianku dengan senyum. Dia berjalan menghampiriku dengan setengah meneriakkan namaku, “Nisaaa !!”. Aku pun balas menyapanya, “Bellaaaa !!”. Lalu kami pun saling bersalaman dan ber cipika-cipiki. Aku yakin saat itu semua orang di kafe memperhatikan kami, turut gembira atas sebuah reuni dari dua orang gadis yang bersahabat dekat.

Layaknya dua orang sahabat yang sudah tidak bertemu selama tiga tahun, kami pun mulai saling bercerita. Saling menimpali celotehan masing-masing, memberi komentar atas segala pengalaman hidup kami. Sampai akhirnya sampailah kami pada topik itu. Kami pun saling bertanya, “Gimana, sudah ada calon?”. Dia menjawab, “masih jomblo nih Nis”. Dan aku pun menjawab, “samaaaa donk, hehe..”. Kami pun terbahak-bahak bersama, menyadari bahwa peruntungan asmara kami masih sama seperti tiga tahun yang lalu.

Tapi aku berbohong, dan aku pun tahu dia berbohong.

Setelah puas tertawa kami pun terdiam. Terdiam dalam canggung.

Lalu aku pun memberanikan diri untuk memulai pembicaraan ini.

“Bel, aku mau nanya sesuatu, boleh?”

Bella hanya menatapku dengan mata sendunya sambil mengangguk lemah. “Boleh”, katanya.

“Aku mau nanya soal Reza, Bel.”

Reza. Teman satu kampusku saat ini.
Reza. Pria yang sedang dekat denganku selama 3 bulan terakhir.
Reza. Pria yang kutahu pernah dekat dengan Bella, dulu.

“Kenapa Nis?”

“Aku sekarang lagi deket ama dia, Bel.”

“Aku tahu,” jawabnya. Entah mengapa, aku tak terkejut mendengar jawabannya dan dia pun sama sekali tidak terkejut ketika mendengar pernyataanku. Seolah kami berdua sama-sama tahu, bahwa topik ini akan muncul hari ini. Dan hari ini pun, aku harus mendapat jawabannya.

“Aku perlu tahu, apa masih ada sesuatu yang belum selesai di antara kalian?”

–oOo–

Kami bertiga dulu sama-sama kuliah di Bandung dan sama-sama bertemu di klub baca di kampus. Aku dan Bella sudah bersahabat sejak SMA. Awalnya kami tidak terlalu mengenal Reza karena bagi kami berdua yang hiperaktif ini, Reza terlalu pendiam untuk dijadikan teman.

Akhir tahun keempat aku sudah mulai sibuk dengan skripsiku, meninggalkan semua kegiatan sampinganku, termasuk meninggalkan klub baca, dan meninggalkan Bella. Kami sibuk dalam dunia masing-masing.

Sebelum lulus, terakhir kudengar Bella sempat dekat dengan Reza. Tapi hanya dekat saja, tidak sampai pacaran. Karena ku tahu, Reza bukan lah tipe pria yang disukai oleh Bella. Dia terlalu pendiam. Lagipula, setelah lulus mereka terpisah. Reza mendapat beasiswa S2 di Perancis, sedangkan Bella memutuskan untuk meneruskan studi di Jakarta. Jadi, aku berasumsi bahwa, kalaupun ada, kedekatan mereka hanyalah cinta kilat. Instan dan hanya bertahan 3 bulan. And besides that, Bella is one of the most wanted girls in town. Jadi aku yakin Bella akan cepat menemukan pengganti Reza.

Tapi ternyata dugaanku salah. Hubungan mereka ternyata terus berlanjut. Sejak akhir tahun keempat itu, mereka tetap berhubungan, hingga kira-kira satu bulan yang lalu..

–oOo–

Satu tahun yang lalu, aku dan Reza bertemu di sebuah kafe di pinggiran Paris, ketika dia dengan cerobohnya menumpahkan kopi di atas buku yang sedang kubaca. Dia pun meminta maaf dengan sangat atas insiden ini. Dan aku pun memaafkannya. Dan kami pun berkenalan ulang karena kami kan memang sudah kenal sebelumnya.

Kami berdua mengambil program S2 di kampus yang sama di Paris, tapi karena jurusan kami berbeda, kami tidak pernah bertemu sebelumnya. Selain itu, Reza jarang mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh ikatan mahasiswa Indonesia di Paris. Dia memang pendiam dan, kalau boleh dibilang, sedikit antisosial.

Berhubung kami berdua sama-sama penggila buku, kami pun mulai bertukar buku dan berbalas email. Saling berkomentar mengenai buku yang baru dibaca ataupun bertukar resensi mengenai buku yang wajib dibaca. Terkadang kami pun melakukan kopi darat, berdiskusi berjam-jam mengenai sebuah buku sambil menyeruput secangkir kopi di kafe di pinggiran Paris. Di kafe yang sama tempat dia menumpahkan kopinya dulu. Dan dari diskusi-diskusi itu, terkuaklah dua rahasia besar: Reza memang pintar dan ternyata dia (ehem) menarik.

Sampai akhirnya tiga bulan yang lalu email-email yang dikirim bukan lagi sekedar berisi resensi buku. Dia mulai menanyakan hal-hal yang lebih nonesensial, seperti “Kamu udah makan belum?” atau “Nanti malam begadang lagi di Lab? Pulang sama siapa? Mau diantar?”. Ya, sejak tiga bulan yang lalu, Reza sudah menjadi bagian dari keseharianku, di samping makan, tidur, dan mengerjakan thesis.

–oOo–

Bella pun kembali bercerita. Ketika mereka berdua tahu bahwa Reza harus berangkat ke Perancis, hubungan mereka menjadi lebih sulit. Selama satu tahun setengah Reza berulang kali menyatakan perasaannya kepada Bella. Tapi Bella terus menolak. Bella tidak bisa menjalani hubungan jarak jauh. Bella perlu kehadiran Reza di sampingnya.

Selain itu, Bella juga tidak bisa terima perasaan bahwa dia selalu dinomorduakan oleh Reza. Selama dua tahun menjalani hubungan dengan Bella, Reza hanya beberapa kali mengunjungi Bella di Jakarta. Reza pun jarang sekali menghubungi Bella. Setiap Bella menelepon, Reza selalu bilang kalau dia sibuk. Sibuk dengan kuliahnya, dengan tugas-tugasnya, dengan bisnis kecil-kecilannya. Situasi semakin memburuk. Hingga akhirnya Reza tiba-tiba menghilang. Reza tiba-tiba menyerah.

Namun Bella tidak bisa terima. Bella sudah terlanjur sayang kepada Reza. Semenjak Reza menghilang, Bella terus berusaha menghubungi Reza, tetapi tidak berhasil. Bella pun mencoba menghubungi keluarga dan teman-teman Reza, tetapi tak satu pun bisa membantu Bella. Bella pun menyerah. Bella frustasi. Bella sakit hati.

Sampai satu bulan yang lalu, Reza tiba-tiba menghubungi Bella.

Reza dan aku sedang sama-sama pulang ke Indonesia untuk menghabiskan liburan di sini. Reza pulang ke rumahnya di Jakarta, sementara aku pulang ke Bandung.

Di Jakarta ternyata Reza mengajak Bella bertemu, tapi Bella menolak. Bella sudah terlanjur sakit hati.

Namun, sampai hari ini, aku yakin Bella tak dapat membohongi perasaannya sendiri.

“Aku sayang banget sama Reza, Nis. Dia baik banget,” ujarnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

“Terus, kenapa kamu gak mau ketemu sama Reza?”

“Gak tau Nis. Aku ngerasa belum siap. Dan aku pun tahu Reza belum siap untuk ketemu aku.”

Dan aku pun tahu, aku tidak siap.

Mengingat sejarah panjang yang telah mereka lalui. Mengingat betapa gigihnya perjuangan Reza untuk mendapatkan Bella. Mengingat betapa Bella sangat menyayangi Reza. Aku bisa membayangkan akan jadi apa pertemuan itu nanti. Reuni sepasang kekasih tentu saja. Dan aku pun akan kembali terlempar dari kehidupan Reza.Kehidupan yang sangat aku nikmati selama tiga bulan terakhir. Kehidupan yang tidak pernah aku rasakan sejak bertahun-tahun lamanya.

Dan Bella pun menangis.
Dan aku pun memeluknya.
Dan aku pun berkata, “tenang aja ya Bel. We’ll find a way.”

Aku pun meninggalkan Bella di kafe itu, membayar tagihannya dan berjalan kaki menuju ke rumah.

Di tengah segala pikiran yang berkecamuk di otakku, tiba-tiba ada sms yang masuk.

Dari Reza.

Bonjour mademoiselle. Masih di Bandung? Besok aku ke Bandung juga, kangen makan mie di Wale. Wanna join?”

Dan aku pun membalas sms itu…

–oOOOOo–

Nah, menurut kamu, apa yang harus Nisa lakukan?

a) Berlaku layaknya teman yang baik, yaitu mengatur agar Reza & Bella bertemu untuk menyelesaikan masalah di antara mereka. Meskipun akibatnya Nisa bisa kehilangan Reza, tapi itu lebih baik daripada Nisa harus terjepit di antara dua orang teman dekatnya.

b) Bertemu Reza dan mengatakan bahwa dia sudah mendengar cerita versi Bella dan dia akan meminta Reza untuk menceritakan versinya sendiri. Nisa akan menyerahkan keputusan kepada Reza karena toh Reza sudah cukup dewasa untuk memilih.

c) Be a heartless bitch. Tidak akan bilang kepada Reza bahwa dia sudah bertemu dengan Bella. Tetap meneruskan hubungan dengan Reza dan memutuskan akan mengambil kesempatan untuk berbahagia dengan Reza.

hmm,,

Advertisements

25 thoughts on “the answer,,

  1. k, didn’t know u could be such a great story-teller..penulisanny udah ala novelis ajeh ๐Ÿ™‚ ini true story km yah? hayooo…

    kalo kt aku mah yah, si reza udah move on da, kan udah ada nissa, jd bella udah history. Eh, tp bisa jg dia msh in progress melepaskan yg sudah lalu deng, n klo ada kesempatan kembali, dia bakal take the chance..ataw ataw..bisa jg dia teh deket ma nissa krn tau nissa temenny bella, jd buat nanya2 ttg bella gt [hayah, SMA banget sih..hehe]

    oops, tapi kan ini teh pertanyaanny ttg apa yg hrs nissa lakukan yah, bkn tebak2an perasaan si reza..hmm, y udah si nissa B ajah deh..toh blm tentu jg si reza msh minat ama bella, n klopun tyt iyah, baru deh mikirin strategi utk meng-kudeta si reza ๐Ÿ˜‰ hahaha..devil mode: ON

    she should take it nyantei ajah lg, da klo jodoh mah ga kemana kok..y ga? heheh..

  2. B )Bertemu Reza dan mengatakan bahwa dia sudah mendengar cerita versi Bella dan dia akan meminta Reza untuk menceritakan versinya sendiri. Nisa akan menyerahkan keputusan kepada Reza karena toh Reza sudah cukup dewasa untuk memilih.

    dari jawaban B ini, ada beberapa kmungkinan kan. Kalau ternyata reza bilang sekarang dia udah move on dan mau mbina hubungan dengan nisa, hargai keputusannya dan nisa harus memperjuangkan hubungannya sama reza.

    Kalau Reza bilang, memang dia masih sayang sama Bella dan masih ingin menyelesaikan “sesuatu yang belum selesai”,,hargai keputusannya, dan dorong dia untuk menyelesaikannya. dari sini ada beberapa kemungkinan lg :
    – reza dan bella berhubungan,,maka nisa selayaknya merelakan reza.
    (memang tak semudah dikatakan tp memang begitu adanya..;p)
    -reza dan bella tidak bersatu, berarti nisa selayaknya memberikan kesempatan kepada reza untuk memulai lembaran baru dengannya (subject to : kalo emang beneran si nisa mau sama reza)

    yang lalu biarlah berlalu, simply move on and face the present ๐Ÿ™‚

    titip pesen buat reza : cinta itu berani mempertanggungjawabkan pernyataan, atau merelakan jika memang tidak siap.

    hehe,,smoga nisa, reza, dan bella menemukan jalan keluar dari masalah ini, dan hati ketiganya diikhlaskan untuk menerima apapun kenyataannya. amiin ya Allah,,:)

    hehehehheheh..

    It takes no time to fall in love
    But it takes you years to know what love is
    And it takes some fears to make you trust
    It takes those tears to make it rust
    It takes the dust to have it polished
    lalala..life is wonderful…
    lalala..life goes full circleโ€ฆ
    (Jason Mraz, Life is wonderful)

    *hmm,,nanche,,ini komen bisa jadi postingan blog,,panjang,,hihihi :))

  3. 3 bulan lalu aku akan jawab A..

    sekarang aku akan jawab B..

    hehe..

    karena kebahagiaan adalah hasil dari runtutan keputusan yang kita ambil. Kalau kita mengambil keputusan cuma berdasarkan hati (kayak simpati, persahabatan, dsb).. nampak gak memanfaatkan semua alat pengambil keputusan yang diberikan Allah pada kita (hati, otak, jiwa, dsb).. hehe..

    Jadi.. saat ini aku jawab B!!!

  4. @ merlyn:
    Thanks buat komentarnya. Diriku mah masih super amatir dalam hal tulis menulis, masih perlu banyak belajar, hehe,,
    hmm,, soal apakah ini kisah nyata atau bukan, biarlah hal itu tetap menjadi rahasiaku saja :p
    btw, entah kenapa gw uda mulai bosan dengan ungkapan “kalau jodoh, gak akan kemana”. Mungkin karena si “jodoh” tak kunjung datang kali yaa,, hoho,,

    @ dimas:
    iyah, gw ga nyangka jawaban itu akan keluar dari mulut mu, eh salah, dari jari-jari lo, wkwkwk,,

    @ nanche:
    trimakasih sudah menyambung ceritanya, dengan berbagai kemungkinan pula, hehe,, memang ibu nance ini, pandai sekali bercerita ๐Ÿ™‚
    and i do agree with you, life is soooo wondeful !!

    @ mona:
    baiklah mooonnn,, jawabannya kutampung dulu.
    btw, smoga mona yang sekarang bisa terus berbahagia dengan keputusan yg sudah diambil.. amin..

  5. Rasanya pilihan B lebih bisa bikin hati tenang, lebih fair dan jelas (mmm, jadi jelas ga ya?? gw jadi ragu, hehe becanda)

    Hmm, i know she already has the answer ๐Ÿ™‚ (secara dijudulnya aja lu pampang “the answer” hehe)..

    ps : saran ustad Kodri bagus juga tuh ka :p

  6. woiii…
    “And besides that, Bella is one of the most wanted girls in town”

    minta nomer telponnya Bella dong?? (kok gua jadi kayak Bayu ya??wkwkwkwk)

    saras..
    apa sih jawabannya?
    coba tolong jawab secara japri

    eka, jodoh ga akan kemana…tapi lu tetep harus nyari si jodoh, karena dia emang ga kemana-mana, jadi susah ketemunya..hohohoho..

    sebenernya, jawabannya tergantung seberapa pengen si nisa bersama bella…ya toh?

  7. Ya B-lah…
    Kejadian kyk gini sangat2 mungkin terjadi, dan dengan milih step B, kita akan tau, seberapa besar hati kita dan temen kita. Anyway, klo emg temen mah, “musuhannya” ga bakal lama2. Paling2 4 thn dah deket lg koq. Ya asal keep contact pas lebaran dan liburan aja. Wkwkwkwkwk!!!
    Oiya, K, buat cerita2 lagi dong!! Bagus juga cara lo nyusun tulisan. Gw tdnya ga niat baca sampe akhir, tp kebawa aja tau2 dah suruh milih A,B,C.
    Lanjutin!!!!!

  8. @dimas : ‘sebenernya, jawabannya tergantung seberapa pengen si nisa bersama bellaโ€ฆya toh?”
    Ko bella sama nisa ckckckck ga salah oruientasi tuh? Dimas, apakah kau…….

  9. @ dimas:
    ihhh, dimas ihh,, gak nyangka ternyata orientasi lo gak jelas, ckckck,,,
    udah gitu masi mencoba ngeles pula. ingat Mas, semakin ditutup-tutupi, semakin mencurigakan, wkwkwk,,

    @ saras:
    nisa masih belum punya jawabannya kok, kan masih nunggu saran dari kalian smua,,

    @ ipen:
    yang namanya musuhan, mo sama temen atau sama musuh beneran, tetep aja ga enak pen. 1000 friends is not enough, but 1 enemy is already too much,,
    sip sip,, nanti insyaAllah akan dilanjutkan ceritanya, klo sempet, hoho,,

  10. Nisa, kamu tau aku memang terpukul sejak hari itu. Kamu tau dunia serasa runtuh, mungkin kata-kata itu nampak berlebihan, tapi itu yang aku rasa karena aku memang sangat menyayangi Reza dengan segala yang telah kami alami selama beberapa tahun ini.

    Aku memang hampir menangis di depan mu saat itu, mataku berkaca-kaca, tapi aku tidak menangis. Aku takut itu akan membebanimu, dan sebenarnya, honestly aku takut kamu tidak memelukku saat aku nanti menangis…=). Aku bisa melihat binar-binar di matamu saat kamu berbicara tentang Reza, aku tau kamu mungkin sudah jatuh cinta padanya. Itu pun aku sadari saat kamu terakhir bilang โ€œBel lebih baik kamu selesaikan dahulu masalahmu dengan Reza, biar nantinya jika hubungan aku dan Reza berlanjut, masalah itu nggak akan muncul dalam hubungan kamiโ€. Aku tau, kamu mulai menyukainya, dan kamu pun tidak akan begitu saja melepaskan Reza untuk aku…=) (becanda Nis)

    Aku selalu mencoba untuk mengerti keadaan kamu, walaupun sampai saat ini aku masih mencoba untuk berdiri tapi aku ingin melihat kalian juga bahagia, walaupun kadang tidak mudah untukku untuk melupakan Reza. Aku tidak ingin kalian yang saling menyayangi tidak bisa bersama ,hanya gara-gara aku. Nisa aku tidak ingin membuatmu gundah terlalu lama, aku tidak ingin sahabatku bersedih.

    Nisa, you deserve him, kamu berhak mendapatkan kebahagiaanmu. Mungkin aku dan Reza memang sulit untuk bersama, karena perbedaan persepsi diantara kami. Nisa, dulu aku dan Reza percaya dengan ungkapan โ€œkalo jodoh gakan kemanaโ€, tapi saat ini aku tidak lagi percaya Nis. Aku menunggu Reza selama 9 bulan Nis, dengan segala pertanyaan dan perasaan yang berkecamuk di hati aku, tapi apa yang aku dapat? Aku hanya dapat berita ini, kalau kalian sudah dekat beberapa bulan ini. Aku tidak bisa memaksakan apa yang aku inginkan Nis, mungkin aku dan Reza memang tidak berjodoh.

    Nisa, nampaknya kamu bahagia dengan adanya Reza di hidupmu, dan aku ingin kalian pun bahagia. Sekarang saatnya kamu merasakan rasa yang indah ini Nis, rasa ini Anugerah dari Tuhan, jangan kamu sia-sia kan rasa ini. Rasa seperti ini jarang dateng lho Nis, aku pun jarang merasakannya, tapi aku ingin suatu saat nanti aku bisa merasakan kebahagiaan yang kamu rasakan sekarang. Tapi sekarang aku ingin melihatmu bahagia dulu. Ayo Nis, aku dukung kamu ko…Reza sebenarnya orang yang baik, dan tentu saja pintar serta menarik seperti yang kamu bilang…=).

    O ya Nis, aku mau ralat, tidak mudah buat aku mencari pengganti Reza seperti yang kamu bilang hehe…karena ini masalah hati, bukan masalah lainnya…tapi mudah-mudahan suatu saat nanti aku dapat pengganti yang lebih baik dari Reza…=). Nisa, kabari aku ya kalo kalian sudah bersama…=). Kamu tetep sahabat aku Nis, nanti kalo kita ketemu lagi, bawa oleh-oleh ya, tapi oleh2nya jangan kayak kemaren lagi (kabar kedekatan kamu dengan Reza)…=p hehe aku becanda Nis…love u sahabat… Insya Allah aku ikhlas Nis… sekarang kamu senyum yaaa…aku pengen liat kamu senyumm kayak waktu terakhir kali kita bertemu…=)

  11. Ekoo,…

    gw dah sampe ke option 10 (will see apakah akan ada mislead : fact or fiction :p),.
    sepertinya kodri, jg mengarahkan si reza akhirnya “gay” tuh…
    ‘kl mo plot nya ga langsung antiklimaks,… mending si bella, awalnya ga terlalu peduli , karena ada PIL, nah @ the end si bella mau balik lg ke reza karen PIL nya “gay” (teutep :p)

    [fear-hope-fantasy-regret are only separated by tiny dash line]

  12. B )Bertemu Reza dan mengatakan bahwa dia sudah mendengar cerita versi Bella dan dia akan meminta Reza untuk menceritakan versinya sendiri. Nisa akan menyerahkan keputusan kepada Reza karena toh Reza sudah cukup dewasa untuk memilih.

    Gw milih B bukan karena ini jawaban yang paling aman (ya ini emang tengah2 sih)… Memang sebenernya tidak ada status apa2 kan antara Reza-Bella ataupun Reza-Nissa, jadi let him decide aja…

    Setuju kalau jodoh itu memang harus diperjuangin… We believe in this formula, aren’t we? –> Result = effort + prays + destiny. Kalau nungguin destiny doang terbukti banyak yang sampai lewat 40an taun tetep belum bersama jodohnya…

    Masalah hubungan Nissa sama Bella, kalau memang ujung2nya Reza milih Nissa ya Bellanya harus memaklumi, kan dalam pilihan B kalau Reza milih Bella Nissanya akan berbesar hati… Memang gak mudah karena awalnya pasti ada rasa2 gak enak, tapi setelah Bella menemukan tambatan hati yang baru kisah ini malah akan jadi cerita seru untuk dibicarakan/dibecandain antara Nissa dan Bella ๐Ÿ™‚

  13. o iya nis, aku lupa bilang…Reza sudah tau mengenai pertemuan kita beberapa hari yang lalu…aku akhirnya memberitahukannya, karena Reza tidak mau menjelaskan apa-apa padaku. Dia selalu pasang aksi tutup mulut, sampai aku kehabisan akal untuk membuat nya menjelaskan semua.Sampai akhirnya aku ceritakan pertemuan kita ini.

  14. Kalo baca keseluruhan cerita ini:
    You ARE the heartless bitch!!!
    Gak ada penjelasan lebih lanjut, intinya Nisa udah menodai hubungan persahabatannya dengan Bella. Such a shame.

  15. wah, baru baca nih Ka,,
    well, jawaban B paling tengah2, cuma koq ya gw berasa nisaa jadi pilihan,
    menurut gw sih, nisaa kudu bisa mutusin dulu, dia mau sama reza atau ga.
    Kalau ya, ya terusin aja sama reza, perjuangin! lagian si reza juga udah ga “perjuangin” bella lagi.
    kalau ga, ya udah tinggalin, relain aja si reza sama siapapun.

    hmm, tapi ya kalo ditanya kecenderungan gw mending pilih ga aja deh (bisa opsi A), soalnya ngejalanin sesuatu dengan “dibayang2in” seseorang yang dikenal ga enak bgt,hoho, ini mah pengalaman pribadi.

    well, selamat memilih ๐Ÿ™‚
    jangan lupa di update ceritanya.

  16. ekaaaaaa.. aku pilih B yah..
    ntah mengapa.. lebih tega nyakitin orang daripada makan ati ndiri.. heheheh..
    *tega mode ON..

  17. yg pasti bukan jadi a heartless bitch like Blair Waldorf sih eka…
    udah dibikin buku aja ini, meyuy pasti jadi yang pertama kali beliii…
    love your blog, eka!

  18. @ galink:
    gw ga akan membiarkan cerita ini berakhir dengan fakta bahwa Reza is a gay!! coba ya dibaca itu chicklit nya, biar fantasi lo kembali ke jalan yang benar :p

    @ achie:
    gimana klo kita tambahin koefisien d formula lo, jadi
    Result = 0.7 effort + 0.2 prays + 0.1 destiny
    what do you think?

    @ lady:
    thank for the comment

    @ dimas:
    hmm,, apakah kita perlu memasukkan karakter “lady” di cerita ini Mas? sebagai maling yang hobi memancing di air keruh mungkin? :p

    @ nda:
    hmm,, pengalaman pribadi yg mana nih nda? hehe,,
    setujuuu,, tidak enak memang hidup di bawah bayang-bayang,huhu,,

    @ mitha:
    ckckck,, ga nyangka mitha bakal komen seperti itu, huehe,, thanks for the comment mith,,

    @ melur:
    hadooohhh, ini baru satu cerita meyuy, masih jauh dari bentuk buku,, love your blog too ๐Ÿ™‚

  19. ga perlu dimasukkin ka si lady ini..
    toh kalaupun ada dia cuma berani ngomong dibelakang tanpa menunjukkan identitas sebenarnya..
    such a shame.

  20. @eka iswahyuni: hai hai eka ๐Ÿ™‚ maaf kalo aku langsung komen hehe.. cara kamu ceritain the answer ini bagus, aku sampe hanyut dan akhirnya bete sendiri sama tokoh nisa hehe ๐Ÿ™‚ two thumbs up! tokoh nisa nya “hidup” banget hihi
    @dimaskodri: bukannya ini blog yang boleh dibaca siapa aja ya? kenapa mesti “ga perlu dimasukin”? i was trying to say what i feel about the story. that’s all. ๐Ÿ™‚ no hard feeling

  21. Believe what you believe. jangan TERLALU banyak pertimbangan. Yakini satu, and do it with courage. Yang manapun yang kamu pilih, ada positif dan negatifnya. dan semua keputusan ada di tangan kamu, jangan terpengaruh orang lain. karena nanti kamu yang akan menjalani ke depannya dan bertanggung jawab sepenuhnya atas keputusan yang kamu pilih sekarang. bukan orang lain.

    kalo ragu, kembalikan semua kepadaNya. minta keteguhan hati. caranya? pasti udah belajar di SMA ๐Ÿ™‚

    eh, pengalaman pribadi bukan ini teh? hehehe… v(^_^)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s