bermain golok, eh golf,,

bola golf

Pagi ini dipaksa bangun pagi oleh seorang teman, rencananya kami akan bermain golf. Tadinya saya enggan karena saya sudah membayangkan akan bermalas-malasan hari ini, tetapi dengan bujukan “Ayo lah Ka, ga ada salahnya kan nyoba sesuatu yang baru?!!”, akhirnya saya ikut juga. Setelah cuci muka, gosok gigi, dan sarapan, saya, teman saya, teman saya juga, dan Mas Riza meluncur ke driving golf-nya Telkom. Oiya, dalam perjalanan ke sana, kami menjemput instruktur dadakan kami, Pak Joko.

Pak Joko ini jago sekali main golf nya loh. Meskipun beda usia kami 20 tahun lebih, tapi beliau lah yang paling lama main di driving range pagi ini. Jadi, ketika kami yang muda-muda ini sudah kecapekan memukul sekitar 70 bola, beliau tetap bersemangat dan masih nambah satu ember bola lagi. Ckckck, memang master Joko ini luar biasa sekali, hehe..

Sebagai pemula, hari ini saya mendapat pelajaran tentang jenis-jenis golf stick (club) dan posisi memukul (swing) yang benar. Ketika Pak Joko memeragakan, semuanya terlihat mudah. Namun, ketika saya yang mencoba, huhu,, sulit sekali saudara-saudara!! Rasio keberhasilan saya kira-kira 5:1. Jadi, dari 5 bola yang coba saya pukul , hanya 1 bola yang berhasil terpukul, yang lainnya meleset, huehe.. Kalau kata Pak Joko, posisi back swing saya masih kurang sempurna; tangan kirinya masih belum lurus benar dan kekuatan ayun tangan saya juga masih sangat kurang. Hal ini terjadi karena saya tidak terbiasa menggunakan tangan kiri saya untuk berolahraga. Selama ini selalu tangan kanan yang diberdayakan untuk main bowling, tenis, ataupun untuk melakukan aktivitas sehari-hari. 

Hmm, selain peran tangan kiri tadi, ada hal lain yang saya pelajari, yaitu bahwa yang penting dalam golf ialah bukan seberapa keras Anda memukul, tetapi seberapa baik posisi badan Anda ketika memukul. Tadi saya melihat seorang bapak yang memukul dengan sangat keras (sampai-sampai saya membayangkan bahwa jika yang dipukul oleh golf stick beliau adalah kepala seorang maling, maka maling tersebut akan langsung gegar otak!!), tetapi dengan posisi yang kurang tepat. Lalu saya bandingkan dengan Pak Joko yang memukul dengan sangat santai. Bola yang dipukul oleh keduanya sama-sama terlempar cukup jauh, tetapi menurut saya yang masih pemula ini, akurasi yang dihasilkan oleh Pak Joko lebih baik. Lagipula, jika memukul dengan santai, kita tidak akan menjadi cepat lelah bukan?!!

ps: Terima kasih untuk Ipen yang sudah mengajak saya main golf, Fahad yang sudah menjadi partner pemula (meskipun lo jauh lebih jago, huhu..), Mas Riza yang sudah memberi tebengan, dan Pak Joko yang sudah mengajari saya ^o^

swing

 

Kalimat yang sering terdengar dari mulut saya pagi ini adalah “Yaaaaahhhh, meleset Pak!”, huhu..

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s