book: Dan Brown’s Inferno

Inferno (Robert Langdon, #4)Inferno by Dan Brown
My rating: 4 of 5 stars

Another Dan Brown‘s masterpiece!

A mixture of art, history and science, this book will take us roaming around the historical sites in Florence, Venice and Turkey. The big theme this time is Dante Alighieri and his legendary masterpiece, The Divine Comedy, particularly Inferno, combined with the Black Death tragedy and the problem of overpopulation.

As in another Brown’s book, the first chapter gave us death. And it’s rather unusual since the dead person is the main antagonist, which, you can guess, left an interlocking puzzle to be solved by the one and only Robert Langdon. The story is thrilling with surprising twists here and there and at some point make you questioning what is the truth and what is not.

The ending is calming though, left us somehow admiration and respect of the main antagonist and the sense that morality is, at the end, subjective.

View all my reviews

all hail to caroline hirons,,

Who is Caroline Hirons?

Caroline Hirons is a professional that has been working in the beauty industry for years. She’s now working as a Consultant to brands in Beauty Industry and has been blogging for 5 years.

How do I find her blog?

By reading Leija’s post about Puche who is referring to Caroline Hirons as her beauty guruūüėÄ (some steps, I know. But when I see Puche’s flawless skin, I IMMEDIATELY click on Caroline Hirons’ link and spend  like an hour to read her posts. Me want the secret magic too! ^^ )

What do I like about her blog posts?

1. I’ve found a lot of bloggers who write reviews about some skincare/make up products only based on their experience, not their knowledge. Caroline has been working in the beauty industry for 18 years so she KNOWS what she’s talking about. No doubt on that! 

2. She educate people to read the label and understand the ingredients of a product. Each ingredients works differently thus create different results. It’s important to know our skin condition and choose the right product with right ingredients.

3. She’s logic, honest and witty. Nuff said!

New knowledges I get from reading her blog:

1. She advised us to apply the cleanser to DRY skin (as a facialist would do to our face) and to avoid any kind of “foaming” cleanser. This is a bit surprising since most of the cleanser on the shelves featured this “foaming” thing.

2. I found out the important role of an Exfoliator. We are so familiarize with the term toner, and use it as our last part in the cleansing step. An exfoliator do more than that. It’s main purpose is not for cleansing but for lifting out the dead cells gently and to lower the pH level after cleansing.

3. Put the eye cream first, even before serum! Odd advice since almost all articles on Beauty Routines and even the label of eye cream products told us to put the eye cream last, after moisturizer. Her reasoning is very logic, though: “No matter how careful you apply your serums/moisturisers you will always get some in the eye area and then your eye cream won’t absorb where you want it to. Pointless.” Well said, mrs. Hirons.

4. Sugar destroys the collagen (T_T) I’m always been a sweet tooth, so this fact broke my heart. *wave good bye to all cakes, pudding and ice creams *cry

And why do I share this with you?

Several months before I reach the mystical Three-Zero-Age, I reads lots of blogs related with skincare products and routines. Why? Because, as everybody knows, as we get older our skin gets older too. And I realized that my skin deserved some attentions. No, a LOT of attentions! (go wrinkle, go away!!)

It’s bit too late, though. I wish I knew all of these stuff when I’m in my 20s (regretting all years spent in sunny Balikpapan without sunscreen and proper cleansing -_-” )  

So, if you’re still on your 20s, put some attentions on your skin, please, and don’t forget to use sun block when you are in out door area. If you’re in your 30s, just like me, lets try our best to hinder those dark spots and wrinkles away.

You, and your skin, deserved better:)

cerita tentang si usus yang buntu,,

cerita tentang si usus yang buntu ini dimulai di hari senin yang cerah ceria,,

senin, 15 des 2014

pagi-pagi treadmill dan sepedaan statis di gym kantor. peres keringat dulu sebelum sarapan bubur ayam yang akhirnya disesali karena porsinya alamakjang besar dan membuat perut terasa penuh & sedikit kembung.

menjelang siang perut terasa semakin kembung dan ada sedikit nyeri di perut bagian kanan bawah. diagnosis pertama adalah kekenyangan masuk angin. diagnosis kedua adalah nyeri salah urat akibat kegiatan angkat beban minggu lalu. karena nyerinya tidak signifikan, dicoba untuk tidak dirasakan dan hari pun dijalani seperti biasa. oya, selain rasa nyeri di perut, gigi bagian depan bawah pun terasa ngilu. entah ada hubungannya atau tidak, tapi rasa ngilu ini cukup mengganggu sehingga dibuatlah janji temu dengan dokter gigi untuk hari Kamis siang.

sampai malam perut sudah tidak terlalu kembung, tetapi rasa nyerinya tetap ada. rasa ngilu di gigi pun masih ada.

selasa, 16 des 2014

rasa nyeri tetap ada, terutama ketika menarik napas panjang, menguap ataupun ketika bersin. hari tetap dijalani seperti biasa karena nyerinya tidak mengganggu dan masih berharap bahwa besok nyerinya akan hilang dengan sendirinya.

rabu, 17 des 2014

bangun pagi-pagi rasa nyerinya masih ada. mulailah khawatir karena berarti sudah 3 hari sejak rasa nyerinya muncul.

pagi hari dihabiskan dengan rapat di wisma mulia. selepas rapat minta di-drop oleh supir kantor di rs mmc untuk periksa ke dokter umum.

setelah dilakukan pemeriksaan, terdapat 3 dugaan: usus buntu, radang usus, atau ada¬†infeksi di hatiūüė¶ oleh bu dokter kemudian diminta tes darah untuk mengecek adanya infeksi dan rontgen perut (appendicogram)¬†untuk mengonfirmasi apakah benar usus buntu atau bukan.

rontgen perutnya sendiri ternyata harus dilakukan 2 kali. siang ini rontgen biasa, lalu besok pagi rontgen diulang setelah mengonsumsi cairan kontras (barium). bariumnya sendiri berupa bubuk putih dengan aroma vanila dan rasa tawar, harus diminum 12 jam sebelum jadwal rontgen kedua.

kamis, 18 des 2014

pagi hari mampir ke kantor untuk mengecek beberapa pekerjaan.

sekitar jam 9 ke rs mmc lagi untuk rontgen kedua. masuk ke ruang rontgen dan ternyata menurut petugas cairan kontrasnya belum turun ke usus besar sehingga saya diminta untuk minum air banyak-banyak lalu menghabiskan waktu dengan jalan-jalan selama 1 jam. si 1 jam dihabiskan dengan berjalan-jalan santai di area mall epicentrum yang masih sepi karena memang belum buka dan belanja buah di farmers market. suasana hati masih santai saja karena masih berpikir bahwa nyerinya tidak terlalu parah kok.

jam 10 masuk ruang rontgen lagi dan alhamdulillah cairan kontrasnya sudah mengisi usus besar sehingga bisa langsung difoto. hasil rontgennya baru bisa diambil 1 jam lagi, jadi saya memutuskan untuk langsung ke klinik dokter gigi saja yang lokasinya di menara kuningan dengan naik bus transjakarta.

jam 11 bertemu dengan dokter gigi dan ternyata si rasa ngilu pada gigi depan bawah disebabkan oleh adanya makanan semacam cabe yang terselip di antara 2 gigi! malu deh! *tutup muka*¬†blame it on bubur ayam’s sambel!! begitu si cabenya diambil, voila, hilanglah rasa ngilu tadi:)

jam 12 kembali ke rs mmc, mengambil hasil tes darah dan rontgen lalu mengantri di poli dokter umum sambil minum susu ultra gratisan yang diambil dari klinik dokter gigi. selama menunggu sempat melihat hasil tes darah yang menyatakan bahwa nilai hs-CRP kuantitatif jauh di atas batas normal 3 mg/L. hasil browsing singkat, parameter hs-CRP kuantitatif ini menunjukkan tingkat infeksi sehingga jika nilainya tinggi maka infeksinya cukup parah. di titik ini mulai khawatir dan asumsi hanya salah urat pun bubar jalan yaa, hiks. there must be something wrong here.

setelah melihat hasil tes darah dan rontgen, pak dokter langsung mengonfirmasi bahwa penyebab rasa nyeri di perut memang usus buntu. hasil rontgen menunjukkan dengan jelas bahwa cairan kontras yang memenuhi usus besar tidak masuk sama sekali ke area usus buntu sehingga disimpulkan bahwa usus buntunya tersumbat dan kemungkinan sudah membengkak/meradang. dan saya pun mulai lemas.

tanpa ba bi bu, pak dokter langsung meminta saya untuk menemui dokter bedah agar operasi pengangkatan usus buntunya bisa segera dijadwalkan.

langsung sms suami untuk mengabarkan tentang hal ini. saya pun diantar ke ruang tunggu dokter bedah oleh susternya. melihat wajah saya yang mungkin agak panik, suster mencoba menenangkan dengan menjelaskan bahwa operasi usus buntu merupakan operasi kecil, apalagi jika menggunanakan teknik laparoskopi maka luka sayatannya akan sangat kecil. saya hanya bisa tersenyum dan menarik napas panjang.

menunggu dokter bedah dengan hati was was. suamipun datang untuk mendampingi. di ruang dokter bedah saya diperiksa lagi dan dokter pun mengonfirmasi lagi bahwa memang diagnosis nya usus buntu. dan tanpa tedeng aling-aling beliau berkata, “operasinya siang ini ya. kita pakai laparoskopi, paling hanya dilubangi sekitar 0.5 cm.” meskipun kaget, saya mengiyakan saja karena kalau ditunda-tunda ada resiko usus buntunya pecah dan infeksinya dapat menyebar kemana-mana.

and i suddenly cried T_T seumur-umur belum pernah dioperasi dan aku takuuut sama bius totalnya, hiks,,

suami lalu mengurus administrasi untuk operasi dan rawat inap. sementara saya diminta untuk melakukan rontgen rongga dada sebagai persiapan operasi.

jam menunjukkan 13.30. perut terasa agak lapar karena memang belum makan siang. tetapi karena akan dilakukan operasi jam 15.30 nanti, perut tidak boleh diisi dulu.

jam 14.00 tiba-tiba dipanggil ke ruang operasi untuk konsultasi dengan dokter anestesinya. masuk ruang operasi dan langsung diminta ganti baju dengan baju operasi. saya pun bertanya, “bukannya operasinya jam 15.30 ya, sus?”. dan mbak suster pun berkata, “jadinya langsung operasi sekarang”. what?!!!!! langsung deg-degan, hiks,,

ganti baju operasi lalu sholat dhuhur dan menunggu sebentar sambil ruang operasinya disiapkan. eniwei, kebiasaan menonton serial kedokteran seperti House dan Grey’s Anatomy membuat ekspektasi saya akan ruang operasi menjadi terlalu tinggi, hehe,, ruang operasi di sini ternyata sederhana sekali dan tidak se-wah ruang operasi di serial tv itu. namun, dokter anestesi dan dokter bedahnya cukup asik dan berhasil membuat saya senyum dan tertawa-tawa di ruang tsb sehingga saya cukup santai dan siap menjalani operasi. naik ke atas meja operasi yang dingin cukup membuat merinding, tapi alunan musik di radio dan suara para dokter cukup menenangkan. obat bius disuntikkan dan saya pun tertidur lelap.

sekitar 1 jam kemudian saya terbangun di ruang operasi. masih setengah sadar dan amat sangat kebelet pipis. suster pun mengambilkan pispot, tetapi saya masih belum bisa pipis, mungkin akibat pengaruh obat bius.

suami pun datang dan¬†saya bersiap untuk dipindahkan ke kamar inap. masih dengan menahan perasaan kebeletūüė¶

di kamar inap menghabiskan waktu dengan menonton tv dan mencoba gerakan-gerakan sederhana seperti membalikkan badan ke kiri dan ke kanan yang masih terasa kaku dan agak sakit. sampai malam tiba masih belum bisa pipis dan kentut. dan masih belum boleh minum/makan apapun padahal laper berat.

jumat, 18 des 2014

operasi usus buntu

sekitar jam 10 pagi akhirnya bisa turun dari tempat tidur dan berhasil pipis di toilet, huray!!¬†dan sudah boleh minum teh manis, lumayan buat ganjal perut. amat sangat berharap boleh pulang siang/sore ini, tapi kata dokter masih perlu observasi lagi jadi paling cepat baru bisa pulang besokūüė¶ padahal udah kangen berat sama si anak bayi.

di kamar inap menghabiskan waktu dengan baca buku dan nonton tivi saja. gak bisa tidur siang juga karena tidak terbiasa. sempet dikunjungi oleh temin-temin kantor yang membawakan roti bakar dan kerupuk asinanūüėÄ

oya, karena suami stand by menginap di rs, bapak memutuskan datang ke jakarta dari bandung buat nemenin anak bayi main di rumah.

bum & mbah

jumat sore progress membaik karena sudah bisa kentut dan sudah boleh makan. alhamdulillah:)

sabtu, 19 des 2014

hari ini bahagia karena sudah bisa pup, hahaha,, bisa pulang deh siang ini. keluar dari rs sekitar jam 13.30, sampai rumah langsung cium-cium anak bayi:) alhamdulillah,,

oooOOooo

jadi, lesson learnt-nya apa?

sakit usus buntu ini merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan, tapi alhamdulillah bisa dideteksi dini. jujur loh awalnya saya malas untuk memeriksakan diri ke dokter karena rasa sakitnya masih bisa ditahan. tapi dari awal feeling-nya sudah gak enak, jadilah akhirnya periksa ke dokter.

selain itu, adanya asuransi kesehatan dari kantor juga sangat membantu jadinya gak perlu mikir ketika diminta untuk operasi. di sini baru kerasa ya peran asuransi kesehatan karena sakit datangnya tiba-tiba.  oleh karena itu, segeralah daftar bpjs! *eh*

berdasarkan hasil diskusi dengan dokter, penyebab usus buntu ini kemungkinan akibat kebiasaan kurang minum dan bukan akibat biji-biji cabe.¬†harus saya akui bahwa dulu saya memang punya kebiasaan buruk kurang minum. saya baru “rajin” minum air putih semenjak hamil ketika dokter menyatakan bahwa air ketuban saya kurang. jadi, buat teman-teman yang merasa asupan air putihnya kurang, segeralah diubah kebiasannya ya. jangan sampai kena reminder sakit dulu dari tubuh kita:)

stay healthy, stay happy!!:)

book review: “How to Raise an Amazing Child the Montessori Way “

How to Raise an Amazing Child the Montessori WayHow to Raise an Amazing Child the Montessori Way by Tim Seldin

My rating: 3 of 5 stars

the very first reason why i read this book is because i’m curious with the montessori method.

it started when i’m surveying pre school for my baby. 3 eligible private schools in my surrounding use montessori method. i managed to survey 2 of them and i’m interesting with the class room situation which is very much different with a normal class room. instead of rows of neat table and chair, i found some cabinets with a lot of props and toys.

by reading this book, i come to an understanding that the basic principle of montessori is to treat your kid not as a helpless little child, but to treat them as a little adult. that’s why in montessori method, kids are encouraged to learn about basic life skill since early stage of their lifes. and parents/teacher should facilitate this learning process by adjusting the environment to suit the kids.

the book itself is very attractive with full colour pages, a lot of pictures and lots of great ideas.

i reccommend this book to all parents who would like to have another point of view in raising their child. happy reading!!:)

View all my reviews

buku “Sabtu Bersama Bapak” oleh Adhitya Mulya,,

Sabtu Bersama BapakSabtu Bersama Bapak by Adhitya Mulya

My rating: 4 of 5 stars

buku ini seperti nasi goreng buatan Ibu: sederhana, rasanya enak, dan mengenyangkan:)

pelajaran tentang keluarga yang dikemas dengan baik dengan tidak terkesan menggurui, tetap dengan bumbu-bumbu jenaka khas adhit.

tidak ada drama berlebihan atau ironi yang tragis di dalam buku ini, tetapi buku ini berhasil membuat saya (sedikit) menangis dan (cukup banyak) tertawa ketika membacanya.

buku ini saya rekomendasikan untuk:
– para jejaka, supaya bisa menyiapkan diri dan materi dengan baik sebelum memutuskan akan melamar
– para lajang, supaya bisa memilih dengan baik jejaka yang akan dijadikan pemimpin seumur hidupnya
– para suami dan istri, supaya bisa mengevaluasi perjalanan selama ini dan visi keluarga di masa depan

kesimpulan: menikah itu tidak cukup hanya bermodalkan cinta, jendral!ūüėÄ

View all my reviews

the question,,

IMG_1232.JPG

One said that to travel is to see, to taste, to smell, to listen, and to experience; using all of our senses to live up the journey.

But what I’ve been doing here for the last 2 years is more than just that kind of travelling.

I’m here to forget.

~oOo~

After finishing my study in Paris, I decided to stay here. I then met Tony, the owner of the fruit store where I worked now. I also managed to get a job as a freelance writer for some magazines, writing mostly about art and tourism.

Everything was just fine. Until yesterday.

I received an email.

An email that will make me forget to forget.

A wedding invitation.

~oOo~

So here I am, sitting on the riverside. Eating strawberries with million crazy ideas buzzing in my head.
Tony approached me.
“We’re supposed to sell those strawberries, not eat them, you know?” Tony teased me.
“I know. Do you want some?” I asked. With still some smile on my face.
“Absolutely! Those strawberries are good, right?”
“Best one in town, hehe,,”
“So, wanna share me about what happened? You kept silent since yesterday. Did something bother you?”
I handed to him the invitation.
“What is it?”
“A wedding invitation”
“One of your friend’s?”
“Him”
Reza?”
I nodded.
“Hmm. So, he will finally marry to that girl? What’s her name again? Bella?”
“That’s the correct name, but apparently it’s not her that he will be married to.”
“What? Aren’t you leaving him so that he can be with Bella?”
“Yep”
“Oh, wow. Not as expected, eh?”
“And I need to know the reason why he did that”
“What? Oh, no, no. You’re not thinking to go back and see him, aren’t you?”
I nodded again.
“Are you crazy? The tickets will cost you all of your savings! Hell, You might not be able to buy the return ticket!”
And I nodded once again.
“Oh, Nis. You don’t have to do this, you know. You will get hurt again”
“…”
“Nis?”
“I want to do this, Tony. I NEED to do this. I need to ask him the question”
“So this means goodbye to me”
I nod again.
He hugged me.
I cried.