what do you want to save ??

•February 5, 2010 • 1 Comment

My recent work submitted for greenpeace’s campaign “Act Now – Change the Future”.

what do I want to save ?

Well, it’s not that fancy but I hope it can encourage you to share your idea ^^

For more information and for submitting your ideas, please click here.

To see all the submitted petitions please click here.

Save the cheerleader environment, save the world !!

l’expérience au Le Dauphin,,

•January 27, 2010 • 5 Comments

Another culinary experience in the city,,

salade de saumon

confit de canard

fondant de chocolate

The restaurant, Le Dauphin, is located near from the Chateau de Pau. To go there you can easily take the bus to Bosquet Centre and then take a walk for about 10 minutes. The restaurant is right behind the Chateau, so you won’t miss it. It’s a nicely decorated small restaurant and Le Dauphin means “The Dolphin”, so with the presence of the aquarium, the blue stripes napkins, etc, they’re trying to make us feel like in a boat . And with the old songs played from the tape, it makes us feel like going back to the 80’s :)

The specialty of Le Dauphin is actually the sea food, but I’ve been in love with the duck since  I’m in Pau, so I decided to order confit de canard, or in Indonesian version it will be something like “Bebek Penyet” (LOL). The texture of the meat is very soft and you can easily separate the meat from the bones and it is REALLY delicious. Or like the French said, the taste is incroyable !!

The salmon salad is very nice but the portion is a little bit too much so if you’re in a diet and want to have something lighter, you can try to have the fish soup instead. The chocolate cake is also nice because it’s served warm and it’s not too sweet so you can really feel the bitter dark chocolate melted in your mouth,, mmm,, yum yum,,

And please, don’t think that I’m living my life here as a tourist who can go for window shopping everyday and try different cuisines every night :p I assure you that I’m still attending my training everyday ( from 8 to 5 !!). What I’m doing is just trying to make the most of my time here (by eating a lot??!! LOL) and I hope that you’re also making the most of your time anywhere you are.

Have a good day friends or like the French said, Bonne Journée (^o^)

“bcoz I love it”, said the weatherman,,

•January 24, 2010 • 4 Comments

cumulus and cirrus in the sky of Versailles

A simple conversation in one afternoon,,

me: “So tell me, why did you decide to be a weatherman?”

him: “Because I just love it,,

And yes, he answered the question with a big smile and a happy face,,

And deep down inside I wish I will say the same thing about my job, someday,,

Amin.

steak de canard et creme brulee,,

•January 16, 2010 • 6 Comments

my lunch today,,

steak de canard avec sauce au miel

creme brulee

oh my, i will be end up fat here,,

but happy (o^_^o)

beauty,,

•December 22, 2009 • 3 Comments

“So tell me, why is it so hard for you to accept my love, Beauty?”

 

“Because you only love my beauty, Beast”

 

“Is it a crime, to love something that is so beautifully created by God?

To cherish all of your graces?

To compare you with the most beautiful angel from heaven?

Tell me my dear, is it a crime?”

 

“But,, beauty fades, Beast,,

and love should be forever,,”

goodbye to you,,

•October 13, 2009 • 4 Comments

goodbye

hi you !!

just want to let you know that,,

i’ve officially erased you from my heart,,

so i guess, see you when i see you then,,

take care.

(gambar dipinjam dari www.jwiener.wordpress.com)

surat buat mu,,

•September 7, 2009 • 4 Comments

Aku tahu
Mungkin kau dan aku sedang sama-sama bermertamorfosis
Mengecap segala macam pelajaran dalam kepompong masing-masing,
Memuaskan dahaga kita akan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kehidupan:

Akan apa,

siapa

dan mengapa..

Namun, aku pun tahu
Ketika kepompong itu tak lagi cukup
Ketika semua jawaban yang ada tak lagi memuaskan
Kau akan mencariku,
dan aku pun akan menemukanmu

Karena nanti kita sudah cukup kuat
Sayap kita sudah cukup lebar
dan langit sudah cukup luas untuk kita jelajahi
Untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kehidupan

Lagi-lagi tentang apa

siapa

dan mengapa..

Dan kini
Biarkanlah aku menikmati kesendirianku
Menyusuri setiap jengkal kepompong ini
dan sibuk bertanya-tanya sendiri

tentang hidup

tentang kamu

dan tentang,,

Cinta.

thanks to HERO

•May 31, 2009 • Leave a Comment

who has taken the iniciative to encourage people in using carton box instead of plastic bags.

hero_1

We are waiting for another action from you, like encouraging people to bring their own shopping bag or even charging people who ask for additional plastic bag , like what Borders Orchard do. Anyway, thanks again for this simple encouragement. Salut HERO Balikpapan !! :)

the answer,,

•May 26, 2009 • 23 Comments

Wushhh,,

Hembusan angin semakin kencang menerpa diriku, membuatku yang sudah basah kuyup akibat kehujanan semakin menggigil kedinginan.

Kurapatkan mantelku, kupercepat langkahku. Aku tidak boleh terlambat. Paling tidak untuk hari ini. Untuk saat ini. Karena aku harus mendapat jawabannya. Segera.

Kubuka pintu kafe itu. Kusapu seluruh meja dengan pandanganku. Tidak ada. Dia belum datang.

Seorang pelayan menghampiriku, menanyakan meja mana yang akan kupilih.
“Satu meja untuk dua orang saja, di tempat yang tidak terlalu ramai ya Mbak,” jawabku.

Aku pun duduk. Sengaja kupilih kursi yang menghadap ke jendela karena ku tahu, aku tak akan bisa menatap matanya nanti. Bukan, bukan tidak bisa, tapi tidak mau.

–oOo–

Jam di dinding menunjukkan pukul 16.05. Dia terlambat. “Ah, mungkin dia terkena macet di jalan”, pikirku.

16.30. Dia masih belum datang. Aku pun memutuskan untuk memesan gelas kedua. Air putih, satu gelas lagi, untuk meredam gugupku.

16.45. Kafe itu menjadi semakin ramai dan aku pun menjadi semakin gelisah.

17.00. Lonceng yang menempel di pintu kafe berdentang untuk kesekian kalinya. Dan untuk kesekian kalinya pula kepalaku menoleh; mencoba melihat siapa yang datang.

Dan kulihat dia berdiri di sana. Rambut ikalnya sudah tumbuh semakin panjang, membuatnya terlihat semakin cantik. Dia mengenakan mantel berwarna hijau tosca, warna favoritnya, senada dengan bando yang ia kenakan.

Kulambaikan tanganku ke arahnya, dia pun membalas lambaianku dengan senyum. Dia berjalan menghampiriku dengan setengah meneriakkan namaku, “Nisaaa !!”. Aku pun balas menyapanya, “Bellaaaa !!”. Lalu kami pun saling bersalaman dan ber cipika-cipiki. Aku yakin saat itu semua orang di kafe memperhatikan kami, turut gembira atas sebuah reuni dari dua orang gadis yang bersahabat dekat.

Layaknya dua orang sahabat yang sudah tidak bertemu selama tiga tahun, kami pun mulai saling bercerita. Saling menimpali celotehan masing-masing, memberi komentar atas segala pengalaman hidup kami. Sampai akhirnya sampailah kami pada topik itu. Kami pun saling bertanya, “Gimana, sudah ada calon?”. Dia menjawab, “masih jomblo nih Nis”. Dan aku pun menjawab, “samaaaa donk, hehe..”. Kami pun terbahak-bahak bersama, menyadari bahwa peruntungan asmara kami masih sama seperti tiga tahun yang lalu.

Tapi aku berbohong, dan aku pun tahu dia berbohong.

Setelah puas tertawa kami pun terdiam. Terdiam dalam canggung.

Lalu aku pun memberanikan diri untuk memulai pembicaraan ini.

“Bel, aku mau nanya sesuatu, boleh?”

Bella hanya menatapku dengan mata sendunya sambil mengangguk lemah. “Boleh”, katanya.

“Aku mau nanya soal Reza, Bel.”

Reza. Teman satu kampusku saat ini.
Reza. Pria yang sedang dekat denganku selama 3 bulan terakhir.
Reza. Pria yang kutahu pernah dekat dengan Bella, dulu.

“Kenapa Nis?”

“Aku sekarang lagi deket ama dia, Bel.”

“Aku tahu,” jawabnya. Entah mengapa, aku tak terkejut mendengar jawabannya dan dia pun sama sekali tidak terkejut ketika mendengar pernyataanku. Seolah kami berdua sama-sama tahu, bahwa topik ini akan muncul hari ini. Dan hari ini pun, aku harus mendapat jawabannya.

“Aku perlu tahu, apa masih ada sesuatu yang belum selesai di antara kalian?”

–oOo–

Kami bertiga dulu sama-sama kuliah di Bandung dan sama-sama bertemu di klub baca di kampus. Aku dan Bella sudah bersahabat sejak SMA. Awalnya kami tidak terlalu mengenal Reza karena bagi kami berdua yang hiperaktif ini, Reza terlalu pendiam untuk dijadikan teman.

Akhir tahun keempat aku sudah mulai sibuk dengan skripsiku, meninggalkan semua kegiatan sampinganku, termasuk meninggalkan klub baca, dan meninggalkan Bella. Kami sibuk dalam dunia masing-masing.

Sebelum lulus, terakhir kudengar Bella sempat dekat dengan Reza. Tapi hanya dekat saja, tidak sampai pacaran. Karena ku tahu, Reza bukan lah tipe pria yang disukai oleh Bella. Dia terlalu pendiam. Lagipula, setelah lulus mereka terpisah. Reza mendapat beasiswa S2 di Perancis, sedangkan Bella memutuskan untuk meneruskan studi di Jakarta. Jadi, aku berasumsi bahwa, kalaupun ada, kedekatan mereka hanyalah cinta kilat. Instan dan hanya bertahan 3 bulan. And besides that, Bella is one of the most wanted girls in town. Jadi aku yakin Bella akan cepat menemukan pengganti Reza.

Tapi ternyata dugaanku salah. Hubungan mereka ternyata terus berlanjut. Sejak akhir tahun keempat itu, mereka tetap berhubungan, hingga kira-kira satu bulan yang lalu..

–oOo–

Satu tahun yang lalu, aku dan Reza bertemu di sebuah kafe di pinggiran Paris, ketika dia dengan cerobohnya menumpahkan kopi di atas buku yang sedang kubaca. Dia pun meminta maaf dengan sangat atas insiden ini. Dan aku pun memaafkannya. Dan kami pun berkenalan ulang karena kami kan memang sudah kenal sebelumnya.

Kami berdua mengambil program S2 di kampus yang sama di Paris, tapi karena jurusan kami berbeda, kami tidak pernah bertemu sebelumnya. Selain itu, Reza jarang mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh ikatan mahasiswa Indonesia di Paris. Dia memang pendiam dan, kalau boleh dibilang, sedikit antisosial.

Berhubung kami berdua sama-sama penggila buku, kami pun mulai bertukar buku dan berbalas email. Saling berkomentar mengenai buku yang baru dibaca ataupun bertukar resensi mengenai buku yang wajib dibaca. Terkadang kami pun melakukan kopi darat, berdiskusi berjam-jam mengenai sebuah buku sambil menyeruput secangkir kopi di kafe di pinggiran Paris. Di kafe yang sama tempat dia menumpahkan kopinya dulu. Dan dari diskusi-diskusi itu, terkuaklah dua rahasia besar: Reza memang pintar dan ternyata dia (ehem) menarik.

Sampai akhirnya tiga bulan yang lalu email-email yang dikirim bukan lagi sekedar berisi resensi buku. Dia mulai menanyakan hal-hal yang lebih nonesensial, seperti “Kamu udah makan belum?” atau “Nanti malam begadang lagi di Lab? Pulang sama siapa? Mau diantar?”. Ya, sejak tiga bulan yang lalu, Reza sudah menjadi bagian dari keseharianku, di samping makan, tidur, dan mengerjakan thesis.

–oOo–

Bella pun kembali bercerita. Ketika mereka berdua tahu bahwa Reza harus berangkat ke Perancis, hubungan mereka menjadi lebih sulit. Selama satu tahun setengah Reza berulang kali menyatakan perasaannya kepada Bella. Tapi Bella terus menolak. Bella tidak bisa menjalani hubungan jarak jauh. Bella perlu kehadiran Reza di sampingnya.

Selain itu, Bella juga tidak bisa terima perasaan bahwa dia selalu dinomorduakan oleh Reza. Selama dua tahun menjalani hubungan dengan Bella, Reza hanya beberapa kali mengunjungi Bella di Jakarta. Reza pun jarang sekali menghubungi Bella. Setiap Bella menelepon, Reza selalu bilang kalau dia sibuk. Sibuk dengan kuliahnya, dengan tugas-tugasnya, dengan bisnis kecil-kecilannya. Situasi semakin memburuk. Hingga akhirnya Reza tiba-tiba menghilang. Reza tiba-tiba menyerah.

Namun Bella tidak bisa terima. Bella sudah terlanjur sayang kepada Reza. Semenjak Reza menghilang, Bella terus berusaha menghubungi Reza, tetapi tidak berhasil. Bella pun mencoba menghubungi keluarga dan teman-teman Reza, tetapi tak satu pun bisa membantu Bella. Bella pun menyerah. Bella frustasi. Bella sakit hati.

Sampai satu bulan yang lalu, Reza tiba-tiba menghubungi Bella.

Reza dan aku sedang sama-sama pulang ke Indonesia untuk menghabiskan liburan di sini. Reza pulang ke rumahnya di Jakarta, sementara aku pulang ke Bandung.

Di Jakarta ternyata Reza mengajak Bella bertemu, tapi Bella menolak. Bella sudah terlanjur sakit hati.

Namun, sampai hari ini, aku yakin Bella tak dapat membohongi perasaannya sendiri.

“Aku sayang banget sama Reza, Nis. Dia baik banget,” ujarnya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

“Terus, kenapa kamu gak mau ketemu sama Reza?”

“Gak tau Nis. Aku ngerasa belum siap. Dan aku pun tahu Reza belum siap untuk ketemu aku.”

Dan aku pun tahu, aku tidak siap.

Mengingat sejarah panjang yang telah mereka lalui. Mengingat betapa gigihnya perjuangan Reza untuk mendapatkan Bella. Mengingat betapa Bella sangat menyayangi Reza. Aku bisa membayangkan akan jadi apa pertemuan itu nanti. Reuni sepasang kekasih tentu saja. Dan aku pun akan kembali terlempar dari kehidupan Reza.Kehidupan yang sangat aku nikmati selama tiga bulan terakhir. Kehidupan yang tidak pernah aku rasakan sejak bertahun-tahun lamanya.

Dan Bella pun menangis.
Dan aku pun memeluknya.
Dan aku pun berkata, “tenang aja ya Bel. We’ll find a way.”

Aku pun meninggalkan Bella di kafe itu, membayar tagihannya dan berjalan kaki menuju ke rumah.

Di tengah segala pikiran yang berkecamuk di otakku, tiba-tiba ada sms yang masuk.

Dari Reza.

Bonjour mademoiselle. Masih di Bandung? Besok aku ke Bandung juga, kangen makan mie di Wale. Wanna join?”

Dan aku pun membalas sms itu…

–oOOOOo–

Nah, menurut kamu, apa yang harus Nisa lakukan?

a) Berlaku layaknya teman yang baik, yaitu mengatur agar Reza & Bella bertemu untuk menyelesaikan masalah di antara mereka. Meskipun akibatnya Nisa bisa kehilangan Reza, tapi itu lebih baik daripada Nisa harus terjepit di antara dua orang teman dekatnya.

b) Bertemu Reza dan mengatakan bahwa dia sudah mendengar cerita versi Bella dan dia akan meminta Reza untuk menceritakan versinya sendiri. Nisa akan menyerahkan keputusan kepada Reza karena toh Reza sudah cukup dewasa untuk memilih.

c) Be a heartless bitch. Tidak akan bilang kepada Reza bahwa dia sudah bertemu dengan Bella. Tetap meneruskan hubungan dengan Reza dan memutuskan akan mengambil kesempatan untuk berbahagia dengan Reza.

hmm,,

earth hour report from Petronas Tower,,

•April 6, 2009 • 5 Comments

earth-hour_1

- the famous Petronas Tower, right before the earth hour time,, -

earth-hour_2

- First black out-

earth-hour_3

- Second one -

earth-hour_4

- Finally,, -

earth-hour_6

- the crowds, cheering for the earth. Yippie !! -

The next question is: if we can do it for this night, why can’t we do it for tomorrow and for the rest nights of our life? Just one hour is not that hard, rite ??!